158 GURU MADRASAH WILAYAH UTARA MUKOMUKO IKUTI WORKSHOP IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA TAHUN 2026

POLITIKADHARMA.COM
By -
0
" Peserta Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta 2026"

Politikadharma.com - Mukomuko – Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru jenjang RA, MI, MTs, dan MA wilayah utara Kabupaten Mukomuko. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juli 2026, tersebut dipusatkan di MAN 2 Mukomuko dan diikuti oleh 158 peserta.


Workshop dibuka secara resmi oleh Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko, H. Feri Irawan, M.H.I, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko. Hadir pula Ketua Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. Samroni, serta jajaran pengawas madrasah Kabupaten Mukomuko.


Ketua panitia pelaksana, Muhsinun, M.Pd.I, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop merupakan hasil koordinasi bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko sebagai upaya memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di seluruh madrasah.


Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta RA, 42 peserta MI, 63 peserta MTs, dan 28 peserta MA, sehingga total mencapai 158 peserta.


Muhsinun berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan madrasah masing-masing.


"Workshop ini merupakan hasil pembahasan bersama Seksi Pendidikan Madrasah sebagai bentuk kesiapan madrasah dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, memahami materi yang disampaikan narasumber, kemudian mengimplementasikannya kepada peserta didik di lembaga atau madrasah masing-masing sehingga nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta benar-benar hadir dalam proses pembelajaran," ujarnya.


Sementara itu, Dr. Samroni selaku Ketua Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa dunia pendidikan telah memasuki era digitalisasi. Karena itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam penguasaan teknologi.


Ia mencontohkan bahwa saat ini sebagian besar madrasah telah mulai menggunakan rapor digital, bahkan pada tahun ajaran baru seluruh madrasah diharapkan sudah menerapkan Rapor Digital Nasional (RDN).

 

"Pendidikan saat ini telah memasuki era digitalisasi. Salah satu buktinya adalah penggunaan rapor digital yang kini menjadi bagian dari transformasi layanan pendidikan. Pada tahun ajaran baru kami tegaskan seluruh madrasah diharapkan sudah menggunakan Rapor Digital Nasional (RDN). Oleh karena itu, para guru harus terus mengembangkan kemampuan dalam bidang teknologi agar mampu mengikuti perkembangan zaman," katanya.


Ia juga menegaskan bahwa perubahan kurikulum tidak perlu menjadi kekhawatiran bagi para guru.

 

"Perubahan kurikulum bukan sesuatu yang harus membuat kita resah. Pada dasarnya kerangka kurikulumnya tetap sama, hanya terdapat penyempurnaan konsep yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan peserta didik. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah yang telah diimplementasikan oleh Kementerian Agama melalui pembentukan tim pengembang kurikulum yang bertugas melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada madrasah," jelasnya.


Dalam arahannya, Kasubbag TU Kemenag Mukomuko H. Feri Irawan, MH, yang mewakili Kamenag Mukomuko mengajak seluruh peserta mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di madrasah masing-masing.


Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar perubahan administrasi pembelajaran, tetapi menjadi pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik.

 

"Saya berharap seluruh peserta mengikuti workshop ini dengan penuh keseriusan dan konsentrasi sehingga seluruh materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan di madrasah masing-masing. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan yang sangat baik dalam mendidik peserta didik karena tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan kecerdasan emosional, menanamkan nilai-nilai sopan santun, serta membangun kedekatan peserta didik kepada Allah SWT," ungkapnya.

 

Ia juga berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat segera diterapkan di seluruh madrasah di Kabupaten Mukomuko sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan.


Usai menyampaikan sambutan, H. Feri Irawan secara resmi membuka Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tingkat RA, MI, MTs, dan MA Wilayah Utara Kabupaten Mukomuko Tahun 2026, yang akan berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dan Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko.

 — | Reporter : Nur A's | Editor : Arief/Tri | Sumber Foto : Redaksi |

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)