Kakan Kemenag Mukomuko Tutup Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Madrasah Bertumbuh dan Adaptif di Era Digital

POLITIKADHARMA.COM
By -
0
"Kepala Kemenag Mukomuko foto bersama narasumber dan Peserta Workshop Implementasi KBC"

Politikadharma.com - MUKOMUKO – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko, H. Widodo, S.Hi., M.A.P., secara resmi menutup kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru RA, MI, MTs, dan MA wilayah Mukomuko bagian utara yang digelar di Aula MAN 2 Mukomuko, Selasa (28/7/2026).

Workshop yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juli 2026, tersebut diikuti oleh 162 guru dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.


Dalam sambutannya, H. Widodo menegaskan bahwa pelaksanaan workshop tidak boleh berhenti sebatas memenuhi agenda atau kegiatan rutin, tetapi harus menjadi titik awal lahirnya perubahan nyata di lingkungan madrasah.


"Saya berharap seluruh peserta tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga membawa semangat perubahan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop harus diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menumbuhkan karakter peserta didik, serta meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah," ujarnya.


Ia menilai tantangan terbesar madrasah saat ini bukan sekadar menyelenggarakan banyak kegiatan, melainkan memastikan setiap program memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran.


"Madrasah tidak perlu berlomba menjadi yang paling sibuk dengan berbagai kegiatan. Yang harus dibangun adalah budaya madrasah yang terus bertumbuh. Keberhasilan madrasah tidak diukur dari banyaknya agenda yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar perubahan positif yang dirasakan oleh guru dan peserta didik. Madrasah sibuk menghasilkan banyak aktivitas, sedangkan madrasah bertumbuh menghasilkan banyak perubahan," tegasnya.


Selain itu, Widodo juga mengingatkan pentingnya guru untuk terus meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi akan membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.


"Di era digital, guru harus mampu mengimbangi perkembangan teknologi. Jangan sampai teknologi justru lebih cepat berkembang daripada kemampuan kita memanfaatkannya. Gunakan teknologi sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan, memperkaya metode pembelajaran, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak yang menjadi ciri khas madrasah," tambahnya.


Melalui Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini, Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko berharap seluruh guru mampu menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing, sehingga Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar demi melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

 — | Reporter : Nur A's | Editor : Arief/Tri | Sumber Foto : Redaksi |

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)