Politikadharma.com - Nama Muhammad Fikri Thobari mendadak menjadi sorotan publik setelah dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 10 Maret 2026. Ia diketahui merupakan Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang baru menjabat sejak tahun 2025.
Sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, Fikri dikenal sebagai pengusaha yang aktif di berbagai organisasi bisnis dan kemasyarakatan di Bengkulu. Perjalanan kariernya dari dunia usaha hingga memimpin salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu menjadi sorotan publik setelah kasus OTT tersebut mencuat.
Biodata Singkat
Nama lengkap: H. Muhammad Fikri Thobari, S.E., M.A.P
Tempat/Tanggal Lahir: Baturaja, 4 Februari 1981
Agama: Islam
Jabatan: Bupati Rejang Lebong (2025–2030)
Partai Politik: Partai Amanat Nasional (PAN)
Muhammad Fikri Thobari resmi menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong periode 2025–2030 setelah dilantik oleh Presiden Republik Indonesia pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta, Ia memimpin Kabupaten Rejang Lebong bersama Wakil Bupati Hendri Praja.
BACA JUGA ; KPK Bawa 6 Pejabat dan Kontraktor Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT, Termasuk Bupati dan Wabup
Riwayat Pendidikan
Fikri menempuh pendidikan dasar hingga menengah di wilayah Rejang Lebong sebelum melanjutkan kuliah di Sumatera Selatan dan Bengkulu.
1. SD Negeri 04 Nakau – lulus 1992
2. SMP Negeri 2 Curup – lulus 1995
3. MAN 2 Curup – lulus 1998
4. S1 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang – lulus 2006
5. S2 Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH Bengkulu – lulus 2023
Latar belakang pendidikan di bidang manajemen dan administrasi publik menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di dunia bisnis dan pemerintahan.
Karier Bisnis Sebelum Politik
Sebelum dikenal sebagai politisi, Fikri lebih dahulu berkarier sebagai pengusaha. Ia aktif di sektor properti dan pengembangan kawasan.
Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain:
Pimpinan Koran Sehasen Jaya (2008–2010)
Direktur Utama PT Bukit Juvi Permata (2008)
Presiden Direktur PT Bukit Juvi Group (2014–sekarang)
Pengalaman di dunia usaha membuatnya cukup dikenal di kalangan pengusaha lokal Bengkulu, terutama di sektor perumahan dan properti.
Kiprah di Organisasi
Selain bisnis, Fikri juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan. Hal ini menjadi pintu masuknya ke dunia politik.
Beberapa jabatan organisasi yang pernah dipegangnya antara lain:
1. Sekretaris Business Development Service STIM AMKOP Palembang (2002–2004)
2. Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kabupaten Rejang Lebong
3. Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup (2014–2016)
4. Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Bengkulu (2016–2019)
5. Ketua DPD HIMPERRA Provinsi Bengkulu (2019–sekarang)
6. Ketua Umum KADIN Kabupaten Rejang Lebong (2021–sekarang)
7. Di bidang politik, ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rejang Lebong.
Perjalanan Karier Politik
Langkah Fikri ke dunia politik dimulai ketika ia aktif di Partai Amanat Nasional (PAN).
Awalnya, ia sempat mencoba peruntungan dalam kontestasi politik daerah namun belum berhasil.
Namun, pada Pilkada Rejang Lebong 2024, Fikri Thobari akhirnya berhasil meraih kemenangan bersama pasangannya Hendri Praja.
Pasangan ini memperoleh: 63.691 suara atau sekitar 44,07 persen suara sah, Hasil tersebut membuat mereka unggul dari dua pasangan calon lainnya dan memastikan kemenangan dalam Pilkada Rejang Lebong 2024.
Kepemimpinan sebagai Bupati
Sejak menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong pada tahun 2025, Fikri membawa visi pembangunan yang menekankan pada:
1. eningkatan kesejahteraan masyarakat
2. pembangunan infrastruktur daerah
3. penguatan ekonomi lokal
4. peningkatan kualitas pelayanan publik.
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga tercatat memperoleh sejumlah capaian dan penghargaan nasional dalam berbagai sektor pembangunan.
Sorotan Publik Setelah OTT KPK
Nama Muhammad Fikri Thobari kembali menjadi perhatian publik setelah muncul kabar bahwa ia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Senin, 10 Maret 2026.
Peristiwa tersebut langsung menjadi perbincangan luas di Bengkulu dan tingkat nasional, mengingat Fikri merupakan kepala daerah yang baru menjabat sekitar satu tahun sejak pelantikan.
Hingga kini, publik masih menunggu penjelasan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi mengenai kronologi lengkap dan pihak-pihak yang terlibat dalam operasi tersebut.
—
| Reporter : Nur A's | Editor : Arief/Tri | Sumber Foto : Redaksi |
_11zon.jpg)
