Politikadharma.com - Bengkulu - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Rejang Lebong H. Muhammad Fikri Thobari, S.E., M.A.P pada Senin (9/3/2026).
Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan sedikitnya lima orang yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi yang tengah diselidiki.
Para pihak yang diamankan yakni Bupati Rejang Lebong, Intan Larasita Fikri yang merupakan istri bupati, Hary Eko Purnomo, S.T., M.T selaku Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong, seorang kontraktor berinisial Yongki, serta seorang pengusaha.
Penindakan dilakukan di kediaman pribadi Bupati Rejang Lebong yang berada di Jalan Hibrida, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Setelah diamankan, para pihak kemudian dibawa ke Mapolresta Bengkulu sekitar pukul 18.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan awal oleh tim KPK.
Selain lima orang yang diamankan dalam operasi tersebut, beredar informasi bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong turut menjalani pemeriksaan oleh tim KPK.
Pemeriksaan terhadap Sekda tersebut dilakukan di Polres Kepahiang, diduga masih berkaitan dengan rangkaian penyelidikan kasus yang sedang didalami oleh penyidik lembaga antirasuah itu.
Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait status pemeriksaan tersebut.
Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti yang disita antara lain telepon seluler milik para pihak yang diamankan serta uang tunai sekitar Rp1,5 miliar.
Uang tersebut diduga berkaitan dengan fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Meski demikian, penyidik KPK masih melakukan pendalaman untuk memastikan konstruksi perkara serta aliran dana tersebut.
Rencananya, pada Selasa (10/3/2026) para pihak yang diamankan akan dibawa ke Jakarta melalui Bandara Fatmawati Bengkulu.
Mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK untuk menentukan status hukum dalam perkara tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini dan belum memberikan keterangan resmi secara lengkap kepada publik.
_11zon.jpg)
