Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya kegiatan pemeriksaan di lingkungan Mapolres Kepahiang. Namun ia menegaskan bahwa pihak kepolisian hanya memfasilitasi tempat yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
“Memang ada pemeriksaan, tapi hanya menggunakan lokasi Polres Kepahiang saja,” ujar Yuriko.
Menurutnya, fasilitas yang ada di Mapolres Kepahiang dipinjam sebagai tempat pelaksanaan pemeriksaan oleh pihak terkait. Sementara proses pemeriksaan sepenuhnya dilakukan oleh pihak yang berwenang.
“Tempat kita hanya dipinjam untuk lokasi pemeriksaan,” tegasnya.
Meski begitu, Kapolres mengaku tidak mengetahui secara rinci siapa saja pihak yang diperiksa maupun jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kegiatan pemeriksaan berlangsung dalam rentang waktu sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
“Untuk detailnya nanti pasti akan ada rilis resmi dari pihak yang melakukan pemeriksaan,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di sekitar Mapolres Kepahiang, aktivitas di lingkungan kantor sempat terlihat berbeda dari biasanya. Beberapa kendaraan dinas tampak keluar masuk area Mapolres, bahkan hingga malam hari.
Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terutama terkait informasi dugaan OTT yang beredar di wilayah Rejang Lebong.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kabar dugaan operasi tangkap tangan tersebut.
BACA JUGA ; Tabrakan Vario vs Vixion di Karang Tinggi Bengkulu Tengah, 1 Orang Meninggal Dunia
Masyarakat pun masih menunggu klarifikasi resmi mengenai pihak-pihak yang diperiksa serta keterkaitan pemeriksaan itu dengan isu OTT yang ramai diperbincangkan.
_11zon.jpg)
