Keheningan Malam yang Pecah di Jalinsum: Satu Pelajar Tewas, Truk Berhenti di Badan Jalan Tanpa Peringatan

POLITIKADHARMA.COM
By -
0

Politikadharma.com - Mukomuko - Malam di Desa Pauh Terenja biasanya tenang. Hujan yang turun perlahan membuat jalan lintas barat Sumatera terdengar lengang, hanya sesekali dilewati kendaraan yang melintas dari arah Bengkulu menuju Sumatera Barat atau sebaliknya.

Namun pada Kamis malam, 5 Maret 2026, keheningan itu mendadak pecah. Sebuah benturan keras menggema di ruas Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinsum) Bengkulu–Sumbar yang melintasi desa tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi berhamburan keluar rumah, mencoba mencari tahu apa yang baru saja terjadi.

Ternyata sebuah kecelakaan lalu lintas baru saja merenggut nyawa seorang pelajar.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di wilayah Desa Pauh Terenja, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko. Kendaraan yang terlibat yakni satu unit truk bak besi merek Hino warna putih dengan nomor polisi BA 8468 IU yang dikemudikan Syafrijal (48), warga Desa Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan.

Truk tersebut terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda Vario warna hitam tanpa nomor polisi yang dikendarai Ahmad Devano (14), seorang pelajar asal Desa Pauh Terenja. Saat itu korban tidak sendirian. Ia berboncengan dengan rekannya, Gendi Hartono (14), yang juga merupakan pelajar dan warga desa yang sama.



Berdasarkan laporan Satlantas Polres Mukomuko, kecelakaan terjadi saat kondisi cuaca sedang hujan dan arus lalu lintas relatif sepi.

Kasat Lantas Polres Mukomuko melalui KBO Satlantas IPTU Selamet menjelaskan, kecelakaan bermula ketika truk yang datang dari arah Sumatera Barat menuju Bengkulu berhenti di badan jalan. Pengemudi menghentikan kendaraannya untuk menutup jendela pintu sebelah kiri karena hujan yang masuk ke kabin.

Namun truk tersebut berhenti tanpa memasang tanda atau rambu peringatan bagi kendaraan yang datang dari arah belakang.

“Truk berhenti di badan jalan tanpa memasang tanda atau rambu peringatan. Dari arah belakang datang sepeda motor yang dikendarai korban dan langsung menabrak bagian belakang truk tersebut,” jelas IPTU Selamet.

Akibat insiden itu, Ahmad Devano meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya. Sementara rekannya, Gendi Hartono, mengalami luka berat dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, Adapun pengemudi truk dilaporkan tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Polisi menduga kecelakaan ini terjadi akibat kelalaian pengemudi truk yang berhenti di badan jalan tanpa memberikan tanda peringatan kepada pengguna jalan lainnya.

Dalam penanganan perkara ini, Satlantas Polres Mukomuko telah menerima laporan kecelakaan, melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.

Barang bukti yang diamankan yakni satu unit truk bak besi Hino BA 8468 IU dan satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam tanpa nomor polisi. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan lalu lintas yang merenggut satu korban jiwa tersebut.


Di tengah sunyi malam dan hujan yang masih turun di Jalinsum, peristiwa ini kembali menjadi pengingat pahit bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berujung pada kehilangan yang tak tergantikan.
 — 
| Reporter : Nur A's | Editor : Arief/Tri | Sumber Foto : Redaksi |

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)