![]() |
| "Darmanto, SH.I, M.H Kepala Kemenhaj Mukomuko" |
Mukomuko — Narasi satir yang menyebut pegawai Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) hanya bekerja saat musim haji kerap muncul di tengah masyarakat. Padahal, penyelenggaraan ibadah haji merupakan proses panjang yang berlangsung sepanjang tahun dengan tahapan yang kompleks dan berkesinambungan.
Guna meluruskan persepsi tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mukomuko, H. Darmanto, S.H.I., M.H., memberikan penjelasan edukatif mengenai dinamika kerja penyelenggaraan haji yang selama ini belum banyak dipahami publik.
Menurut Darmanto, pelaksanaan ibadah haji memang mencapai puncaknya pada bulan Zulhijah. Namun, di balik momentum tersebut terdapat rangkaian pekerjaan teknis, administratif, pembinaan, hingga pelayanan jemaah yang berlangsung tanpa henti sepanjang tahun.
> “Siklus persiapan haji dilaksanakan sepanjang tahun tanpa henti. Salah satu tugas besar Kemenhaj adalah mengedukasi masyarakat terkait bunga rampai penyelenggaraan haji,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa edukasi publik menjadi bagian penting dari pelayanan haji. Tujuannya bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman agar masyarakat menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan haji.
![]() |
| "Petugas Haji Mukomuko saat mengkondisilan jama'ah haji" |
Menurutnya, ketika masyarakat memahami tahapan dan mekanisme haji secara utuh, calon jemaah akan lebih siap secara mental, administratif, maupun spiritual saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
> “Ketika pemahaman fase penyelenggaraan haji tersebar luas, masyarakat akan memahami apa yang harus dilakukan saat menjadi jemaah. Pada titik itu, masyarakat menjadi mitra sekaligus pusat layanan penyelenggaraan haji,” jelasnya.
Tahapan Panjang Penyelenggaraan Haji
Darmanto menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji meliputi berbagai fase kerja yang saling terhubung, antara lain:
BACA JUGA ; Kemenag Mukomuko: Madrasah Harus Jadi Pusat Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik
1. Pendaftaran dan Administrasi Jemaah
Proses penerimaan pendaftaran, verifikasi dokumen, pengelolaan nomor porsi, hingga pembaruan data jemaah dilakukan sepanjang tahun.
2. Pembinaan dan Manasik Haji
Calon jemaah mendapatkan bimbingan manasik secara bertahap agar memahami tata cara ibadah, kesehatan perjalanan, serta adaptasi budaya di Arab Saudi.
3. Koordinasi Teknis dan Layanan
Meliputi pengaturan transportasi, akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga perlindungan jemaah melalui koordinasi lintas instansi.
4. Persiapan Dokumen Perjalanan
Pengurusan paspor, visa, biometrik, hingga kelengkapan administrasi internasional dilakukan jauh sebelum keberangkatan.
5. Operasional Keberangkatan dan Pemulangan
Pengaturan kloter, embarkasi, pendampingan jemaah, serta monitoring perjalanan menjadi fase kerja intensif menjelang dan selama musim haji.
6. Evaluasi dan Perbaikan Layanan
Setelah musim haji selesai, dilakukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan peningkatan kualitas pelayanan pada tahun berikutnya.
Edukasi untuk Menghapus Stigma
Darmanto berharap masyarakat tidak lagi melihat penyelenggaraan haji sebagai pekerjaan musiman. Ia menegaskan bahwa pelayanan haji merupakan amanah besar negara yang membutuhkan perencanaan matang, koordinasi luas, dan kerja profesional sepanjang tahun.
BACA JUGA ; Kampoeng Ramadhan Karang Taruna Desa Lubuk Mukti, Hidupkan UMKM dan Semarakkan Bulan Suci
Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan muncul pemahaman bersama bahwa keberhasilan ibadah haji bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil kolaborasi antara penyelenggara dan masyarakat.
“Penyelenggaraan haji adalah kerja kolektif. Ketika masyarakat memahami prosesnya, maka pelayanan akan berjalan lebih efektif dan jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” tutupnya.
_11zon.jpg)

