Kemenag Mukomuko: Madrasah Harus Jadi Pusat Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik

POLITIKADHARMA.COM
By -
0

 


MUKOMUKO – Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko terus memperkuat peran madrasah sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter religius generasi muda. Seluruh madrasah didorong untuk menjadikan program baca dan hafalan Al-Qur’an sebagai kegiatan wajib yang terstruktur, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.


Kepala Kantor Kemenag Mukomuko, H. Widodo, menegaskan bahwa pembinaan karakter religius tidak cukup hanya melalui pembelajaran formal di dalam kelas. Menurutnya, diperlukan program nyata yang membentuk kebiasaan spiritual peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan karakter religius tidak cukup hanya lewat teori di kelas. Harus ada pembiasaan nyata, salah satunya melalui membaca dan menghafal Al-Qur’an secara rutin, terarah, dan berkelanjutan,” tegas Widodo.

 

Ia menjelaskan, madrasah memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual. Karena itu, penguatan karakter religius harus dirancang dalam sistem yang jelas, memiliki target capaian, serta dilakukan evaluasi berkala agar hasilnya terukur.

“Madrasah adalah pusat pembentukan akhlak. Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, beriman, berakhlak, dan memiliki disiplin tinggi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Menurut Widodo, program hafalan dan baca Al-Qur’an tidak boleh bersifat seremonial semata, melainkan harus menjadi budaya pendidikan di madrasah. Dengan pembiasaan yang konsisten, nilai religius diyakini akan membentuk sikap tanggung jawab, kedisiplinan, serta karakter mulia pada peserta didik.


Kemenag Mukomuko juga menginstruksikan seluruh kepala madrasah dan tenaga pendidik untuk aktif membimbing serta memotivasi siswa. Sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan pendidikan dinilai menjadi kunci keberhasilan pembinaan karakter religius yang berkelanjutan.

“Keberhasilan pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kerja sama antara madrasah, guru, dan orang tua agar nilai-nilai religius benar-benar tertanam dalam diri peserta didik,” tambahnya.


 BACA JUGA ; “AFNA Cup 2026 RESMI DI TUTUP' : Tim Tuan Rumah Raih Juara


Melalui penguatan program religius ini, Kemenag Mukomuko berharap madrasah mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan kuat, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai spiritual.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)