![]() |
| "siswa/i yayasan hidayatul mubtadiin mukomuko saat melaksanakan upacara hari santri" |
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kebutuhan terhadap lembaga pendidikan Islam yang berkualitas menjadi semakin penting. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan intelektual kepada generasi muda agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Kesadaran akan pentingnya pendidikan Islam inilah yang melatarbelakangi berdirinya Yayasan Hidayatul Mubtadiin di Desa Marga Mukti. Yayasan ini hadir sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi muda serta sebagai sarana dakwah untuk membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Sejak didirikan pada tahun 1999, yayasan ini telah mengalami perjalanan panjang dalam mengembangkan pendidikan Islam di wilayah Kecamatan Penarik. Dari sebuah kegiatan pendidikan sederhana berupa Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an, kini yayasan telah berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam terpadu yang menaungi berbagai jenjang pendidikan formal dan nonformal.
Perjalanan tersebut tidak terlepas dari semangat perjuangan, keikhlasan, serta komitmen para pendiri dan pengelola yayasan dalam mengabdikan diri untuk kemajuan pendidikan umat.
Sejarah Berdirinya Yayasan
Sejarah berdirinya Yayasan Hidayatul Mubtadiin tidak dapat dipisahkan dari sosok ulama dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan Islam, yaitu KH. Suparman.
Pada akhir tahun 1990-an, kondisi pendidikan agama di wilayah Desa Marga Mukti masih sangat terbatas. Banyak anak-anak yang belum memiliki akses terhadap pendidikan Al-Qur’an dan pembelajaran agama secara terstruktur. Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi KH. Suparman yang melihat bahwa generasi muda membutuhkan pembinaan spiritual dan moral sejak dini.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, pada tahun 1999 beliau memulai langkah sederhana dengan membuka kegiatan pendidikan keagamaan bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Kegiatan ini berupa Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Pada masa awal berdirinya, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara sederhana dengan fasilitas yang sangat terbatas. Proses pembelajaran seringkali dilaksanakan di ruang seadanya dengan sarana belajar yang minimal. Namun keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para pendidik dan santri untuk menimba ilmu.
Dalam proses perintisan tersebut, dukungan masyarakat sekitar menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan yayasan. Masyarakat mulai merasakan manfaat dari keberadaan lembaga pendidikan tersebut, terutama dalam meningkatkan pemahaman agama anak-anak mereka.
Seiring waktu, jumlah santri yang belajar di TPQ dan Madrasah Diniyah terus bertambah. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang dirintis oleh KH. Suparman.
![]() |
| "Dewan Guru beserta Ketua Yayasan Hidayatul Mubtadiiin Mukomuko" |
Perkembangan Pendidikan
Pendidikan Anak Usia Dini
Melihat perkembangan yang semakin baik serta meningkatnya kebutuhan pendidikan bagi anak-anak usia dini, yayasan kemudian mengembangkan lembaga pendidikan tingkat awal.
Didirikanlah TK/PAUD Al-Hidyah serta RA Hidayatul Mubtadiin sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak usia dini. Lembaga ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak.
Dalam proses pembelajaran, anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan huruf dan angka, tetapi juga diajarkan berbagai nilai keislaman seperti doa-doa harian, adab kepada orang tua dan guru, serta kebiasaan ibadah dasar.
Pendidikan pada tahap ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak serta menanamkan kecintaan terhadap agama sejak usia dini.
BACA JUGA ; KH. Suparman (KH. Toha): Ulama Penggerak Pendidikan dari Desa Marga Mukti
Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah
Perkembangan yayasan yang semakin pesat mendorong didirikannya lembaga pendidikan formal tingkat dasar. Pada tahun 2010, yayasan resmi mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Mubtadiin.
Madrasah ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan yayasan. Melalui MI, yayasan dapat memberikan pendidikan yang lebih terstruktur dengan memadukan kurikulum nasional dan pendidikan Islam.
Para siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran umum seperti matematika, bahasa Indonesia, dan ilmu pengetahuan alam, tetapi juga memperoleh pembelajaran agama yang lebih mendalam, termasuk:
Pembelajaran Al-Qur’an
Pendidikan akidah dan akhlak
Fikih dan ibadah
Sejarah kebudayaan Islam
Selain kegiatan akademik, siswa juga dibiasakan untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, hafalan Al-Qur’an, serta kegiatan keislaman lainnya.
Berdirinya Madrasah Tsanawiyah
Seiring bertambahnya jumlah lulusan MI serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan lanjutan berbasis Islam, yayasan kemudian mendirikan Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin pada tahun ajaran 2023/2024.
MTs ini hadir sebagai jenjang pendidikan menengah pertama yang memberikan penguatan pada aspek akademik, keagamaan, serta pembinaan karakter siswa.
Melalui MTs, yayasan berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan intelektual yang baik sekaligus memiliki akhlak yang mulia.
![]() |
| "Pembelajaran berbasis komputer di MI Hidayatul Mubtadiin" |
Kondisi Yayasan Saat Ini
Saat ini Yayasan Hidayatul Mubtadiin telah berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam terpadu yang menaungi berbagai jenjang pendidikan formal dan nonformal.
Lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan meliputi:
Pendidikan Formal
PAUD / TK Al-Hidyah
RA Hidayatul Mubtadiin
MI Hidayatul Mubtadiin
MTs Hidayatul Mubtadiin
Pendidikan Nonformal
Madrasah Diniyah
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)
Jumlah peserta didik yang menempuh pendidikan di yayasan saat ini mencapai hampir 300 peserta didik, yang terdiri dari pendidikan formal dan nonformal.
Selain kegiatan pendidikan, yayasan juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat, seperti pengajian, pembinaan remaja, serta kegiatan dakwah.
Visi, Misi, dan Nilai Dasar
Visi
Mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi Qur’ani, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan masyarakat.
Misi
Menyelenggarakan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkesinambungan.
Menanamkan nilai-nilai akidah, ibadah, dan akhlak dalam kehidupan peserta didik.
Mengembangkan potensi intelektual, spiritual, dan sosial peserta didik.
Membangun lingkungan pendidikan yang religius, disiplin, dan berkarakter.
Menjalin kemitraan dengan masyarakat dalam pengembangan pendidikan Islam.
Nilai Dasar
Nilai-nilai yang menjadi landasan pendidikan di yayasan ini meliputi:
Keikhlasan
Amanah
Keteladanan
Kedisiplinan
Kepedulian sosial
Spirit Pengabdian Pendiri
Perjalanan panjang yayasan tidak terlepas dari keikhlasan dan dedikasi pendirinya, KH. Suparman. Beliau dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan pendidikan Islam di tengah masyarakat. Bahkan dalam proses pembangunan lembaga pendidikan, beliau menghibahkan tanah pribadi untuk kepentingan pendidikan.
Tindakan tersebut mencerminkan semangat pengabdian dan keikhlasan dalam membangun pendidikan umat. Bagi beliau, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan masyarakat dan generasi mendatang.
Ke depan, Yayasan Hidayatul Mubtadiin diharapkan terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat di Kabupaten Mukomuko.
Pengembangan sarana pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penguatan kurikulum menjadi beberapa fokus utama yang akan terus dilakukan.
Dengan dukungan masyarakat serta semangat perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendiri, yayasan ini diharapkan mampu terus melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Sebagaimana cita-cita para pendirinya, yayasan ini diharapkan menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalirkan manfaat bagi umat sepanjang masa.
_11zon.jpg)




