PAUD Terpadu Al-Hidayah Marga Mukti Berbagi Takjil, Tanamkan Jiwa Peduli Sejak Dini

POLITIKADHARMA.COM
By -
0
"Tampak sebagian Murid PAUD Al-Hidayah bersama wali murid dan guru membagikan takjil"

Politikadharma.com - MUKOMUKO – Suasana Jalan Lintas SP 1 Penarik, Desa Marga Mukti, Kecamatan Penarik, Selasa (3/3/2026), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan anak didik PAUD Terpadu Al-Hidayah bersama para wali murid turun langsung membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.


Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran karakter bagi anak-anak sejak usia dini, khususnya dalam menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.


Kepala PAUD Terpadu Al-Hidayah, Yesi Tri Utari, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari program pendidikan karakter yang rutin dilakukan setiap Ramadan.


BACA JUGA ; Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Indonesia Bisa Menyaksikan Tanpa Alat Bantu


“Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk memiliki jiwa berbagi kepada sesama. Selain itu, aktivitas ini juga membantu melatih kemampuan motorik anak karena mereka terlibat langsung dalam proses pembagian,” ujar Yesi.


"Tampak Pengendara Berhenti menerima takjil yang di bagikan"

Ia menjelaskan, takjil yang dibagikan merupakan hasil kreasi para wali murid yang dengan penuh semangat turut berpartisipasi dalam menyiapkan makanan dan minuman berbuka. Kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


Sementara itu, Ketua Yayasan Hidayatul Mubtadiin, KH. Suparman, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan pihak sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.


“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Anak-anak belajar langsung arti berbagi dan peduli terhadap sesama,” ungkapnya.


Salah satu wali murid yang turut hadir menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai, pengalaman langsung di lapangan memberikan pembelajaran yang lebih bermakna bagi anak-anak.


BACA JUGA ; KH. Suparman (KH. Toha): Ulama Penggerak Pendidikan dari Desa Marga Mukti


“Kami sangat mendukung karena anak-anak diajarkan untuk peduli dan berbagi. Ini menjadi momen berharga bagi mereka,” katanya.


Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para pengendara yang menerima takjil. Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai sore itu, menjadi gambaran sederhana bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari langkah kecil yang penuh makna.


— 
| Reporter : Nur A's | Editor : Arief/Tri | Sumber Foto : Redaksi |

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)