![]() |
| "KH.SUPARMAN ( KH TOHA ) ulama Penggerak Pendidikan dari marga mukti" |
Mengabdikan Diri untuk Pendidikan Islam
Nama KH. Suparman mulai dikenal luas ketika ia berinisiatif mendirikan Yayasan Hidayatul Mubtadiin pada tahun 1999 di Desa Marga Mukti, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko.
Pada masa awal berdirinya, lembaga ini hanya berupa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang bertujuan memberikan pendidikan dasar agama bagi anak-anak desa. Namun, berkat kegigihan dan dedikasi KH. Suparman, lembaga tersebut terus berkembang hingga menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang cukup dikenal di wilayah tersebut.
Perkembangan yayasan ini kemudian melahirkan lembaga pendidikan formal, salah satunya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hidayatul Mubtadiin, yang menjadi tempat menimba ilmu bagi generasi muda di Desa Marga Mukti dan sekitarnya.
Bagi KH. Suparman, pendidikan bukan sekadar proses belajar mengajar, melainkan bagian dari perjuangan membangun generasi yang berakhlak dan berilmu. Karena itu, ia tidak hanya menjadi pendiri, tetapi juga penggerak utama dalam pengembangan lembaga pendidikan tersebut.
![]() |
| "MI Hidayatul Mubtadiin salah satu lembaga pendidikan Formal yang di dirikan" |
Keikhlasan dalam Berjuang untuk Pendidikan
Salah satu hal yang patut di contoh dari sosok KH. Suparman adalah keikhlasannya dalam mengabdikan diri untuk pendidikan dan umat. Dalam proses pembangunan lembaga pendidikan di bawah Yayasan Hidayatul Mubtadiin, beliau bahkan menghibahkan sebagian tanah pribadinya untuk digunakan sebagai lokasi kegiatan pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan bukan demi kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk komitmen bahwa pendidikan harus memiliki tempat yang layak agar dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selama puluhan tahun kiprahnya, sebagian besar waktu, tenaga, dan pikirannya hampir selalu dicurahkan untuk kepentingan umat. Ia aktif membina santri, mengajar, menggerakkan kegiatan keagamaan, serta mendorong masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak-anak mereka.
Keikhlasan inilah yang membuat sosok KH. Suparman dihormati dan disegani oleh masyarakat, bukan hanya sebagai ulama, tetapi juga sebagai tokoh penggerak perubahan sosial di lingkungannya.
Aktif dalam Organisasi Keagamaan
Selain berkiprah di dunia pendidikan, KH. Suparman juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Ia merupakan bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Dalam perjalanan organisasinya, KH. Suparman pernah menjabat sebagai Ketua MWC NU Kecamatan Teras Terunjam selama tiga periode. Masa kepemimpinannya dimulai sejak wilayah Mukomuko masih menjadi bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara, sebelum kemudian dimekarkan menjadi Kabupaten Mukomuko.
Selain di NU, ia juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan lainnya, antara lain:
Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mukomuko
Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kabupaten Mukomuko
Ketua IPHI Kecamatan Penarik
Ketua FKDT Kabupaten Mukomuko (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah)
Melalui berbagai organisasi tersebut, KH. Suparman berperan aktif dalam penguatan dakwah, pendidikan diniyah, serta pembinaan masyarakat di Kabupaten Mukomuko.
Sosok Tokoh Masyarakat yang Dihormati
Di Desa Marga Mukti, KH. Suparman tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga sebagai tokoh masyarakat yang sering menjadi rujukan dalam berbagai persoalan sosial dan keagamaan. Perannya dalam membangun kehidupan religius masyarakat menjadikannya figur yang dihormati oleh berbagai kalangan.
Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, dekat dengan masyarakat, serta konsisten dalam memperjuangkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
![]() |
| "Keluarga KH SUPARMAN" |
Kehidupan Keluarga
Dalam kehidupan pribadinya, KH. Suparman menikah dengan Muniroh. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak. Putri pertama mereka meninggal dunia saat masih berusia dua tahun. Sementara tiga anak lainnya tumbuh dan berkiprah di berbagai bidang, di antaranya:
Muhammad Muslihudin, yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi dan Komputer di Institut Bhakti Nusantara.
Ahmad Arifin, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Desa Marga Mukti.
Anisaul Maghfiroh, yang mengabdikan diri sebagai guru di RA Hidayatul Mubtadiin.
Warisan Pengabdian untuk Generasi
Perjalanan hidup KH. Suparman menunjukkan bahwa perubahan besar di masyarakat seringkali dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Dari sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an sederhana, lahirlah lembaga pendidikan yang memberi manfaat bagi banyak generasi.
Dedikasinya dalam pendidikan, dakwah, dan organisasi menjadikan KH. Suparman sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Desa Marga Mukti dan Kabupaten Mukomuko.
Melalui Yayasan Hidayatul Mubtadiin serta berbagai aktivitas sosial-keagamaan yang ia jalankan, KH. Suparman telah meninggalkan jejak pengabdian yang menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus membangun masyarakat melalui ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai keislaman.
_11zon.jpg)


