Informasi wafatnya almarhumah beredar di sejumlah grup internal Nahdliyin sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh jajaran pengurus Fatayat NU di daerah.
Ketua PC Fatayat NU Kendal, Muarofah, membenarkan kabar tersebut.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah wafat Ketua KPAI dan Ketua Umum PP Fatayat NU, Sahabat Hj Margaret Aliyatul Maimunah, di RS Fatmawati, hari ini Ahad 1 Maret 2026 pukul 08.25 WIB,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan doa, “Allahummaghfir laha warhamha wa’fu ‘anha.” Informasi tersebut disebut bersumber dari suami almarhumah, KH Abdullah Masud, Ketua PCNU Tangerang Selatan, dan diteruskan oleh Asrorun Niam Sholeh.
Duka mendalam turut disampaikan Sekretaris PC Fatayat NU Kendal, Evanaimatul. Menurutnya, Fatayat NU kehilangan sosok pemimpin yang berdedikasi dan militan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.
“Kami kehilangan sosok pemimpin yang berdedikasi dan militan. Semoga husnul khatimah, amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya,” tuturnya.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan melalui akun resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Dalam pernyataannya, KPAI menyebut Margaret sebagai figur pemimpin yang penuh keteguhan dan keberpihakan terhadap perlindungan anak di Indonesia.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hari ini kami kehilangan sosok pemimpin, ibu, dan teladan yang begitu berarti bagi kami di Komisi Perlindungan Anak Indonesia,” tulis KPAI.
Lembaga tersebut menilai dedikasi, kepedulian, serta nasihat almarhumah akan terus hidup dalam perjuangan perlindungan anak di Tanah Air.
Profil Singkat Margaret Aliyatul Maimunah
Margaret Aliyatul Maimunah lahir di Jombang pada 11 Mei 1978. Ia merupakan putri kedua pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah Aziz Bisri.
Pendidikan dasarnya ditempuh di lingkungan pesantren. Ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Denanyar Jombang sejak tingkat SLTP hingga SLTA. Setelah lulus dari MAN Denanyar, ia melanjutkan studi S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia pada Program Studi Kajian Wanita tahun 2009.
Sejak remaja, jiwa organisasinya telah tampak. Ia aktif di OSIS dan Pramuka. Saat mahasiswa, ia dipercaya menjadi Ketua Korps PMII Putri (Kopri PMII) Rayon Adab (2000–2001), kemudian Ketua Komisariat PMII Adab Cabang Surabaya Selatan (2001–2002).
Di lingkungan IPPNU, Margaret pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum (2006–2009) dan Ketua Umum (2009–2012). Kiprahnya berlanjut di Fatayat NU sebagai Wakil Koordinator Bidang Ekonomi (2009–2015) dan Sekretaris Umum (2015–2020), sebelum akhirnya dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU.
Komitmennya terhadap isu perempuan dan anak juga diwujudkan melalui perannya sebagai Komisioner KPAI periode 2017–2022 dan 2022–2027. Ia juga tercatat aktif di Women Research Institute (WRI), lembaga yang fokus pada penelitian dan advokasi isu perempuan.
Kepergian Margaret Aliyatul Maimunah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat yang selama ini merasakan dedikasi serta perjuangannya di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.
_11zon.jpg)
