OPINI PUBLIK : Inflasi Mukomuko Disebut Turun, Benarkah Harga Sudah Stabil?

POLITIKADHARMA.COM
By -
0


Politikadharma.com - Mukomuko - Pemerintah daerah menyampaikan kabar bahwa inflasi di Kabupaten Mukomuko pada awal tahun 2026 mengalami penurunan. Angka yang disebutkan menunjukkan inflasi turun dari sekitar 3,83 persen pada Desember 2025 menjadi sekitar 2,55 persen pada Januari 2026.

Namun di lapangan, sebagian masyarakat masih merasakan harga kebutuhan pokok yang relatif tinggi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik: apakah inflasi benar-benar turun, ataukah hanya terlihat demikian dalam data statistik?

Untuk memahami persoalan ini, penting melihat bagaimana inflasi sebenarnya dihitung.

Bagaimana Inflasi Dihitung?

Inflasi di Indonesia dihitung berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disusun oleh Badan Pusat Statistik.


IHK merupakan indikator yang mengukur perubahan harga dari berbagai barang dan jasa yang biasa dikonsumsi masyarakat.


Dalam perhitungannya, BPS memantau ratusan komoditas yang masuk dalam beberapa kelompok utama, seperti: makanan, minuman, dan tembakau, perumahan dan energi, transportasi, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan jasa lainnya


Perubahan harga dari komoditas-komoditas tersebut kemudian dihitung menjadi satu angka indeks. Dari perubahan indeks inilah angka inflasi diperoleh.


Rumus sederhana inflasi adalah:

Inflasi = (IHK periode sekarang – IHK periode sebelumnya) / IHK periode sebelumnya × 100 persen

Jika indeks harga meningkat, maka terjadi inflasi.


BACA JUGA ; Mengurai Kekuasaan Lahan HGU di Mukomuko


Hanya Dua Daerah di Bengkulu yang Memiliki IHK

Tidak semua kabupaten atau kota di Indonesia memiliki penghitungan IHK sendiri. BPS hanya memilih daerah tertentu yang dianggap mewakili struktur ekonomi suatu wilayah.


Di Provinsi Bengkulu, hanya terdapat dua daerah yang menjadi wilayah penghitungan IHK, yaitu:

  • Kota Bengkulu

  • Mukomuko

Data harga di dua wilayah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi inflasi di seluruh provinsi.


Artinya, ketika pemerintah daerah menyampaikan angka inflasi Mukomuko, data tersebut sebenarnya berasal dari penghitungan IHK yang dilakukan oleh BPS di wilayah tersebut.


Statistik Inflasi Mukomuko

Berdasarkan beberapa rilis statistik, inflasi di Mukomuko memang menunjukkan tren menurun dalam beberapa periode terakhir.


Beberapa data yang pernah dirilis BPS menunjukkan:

  • 2024 : inflasi sekitar 4,48 persen

  • 2025 : inflasi sekitar 4 persen

  • Januari 2026 : inflasi sekitar 2,55 persen


Secara statistik, angka tersebut menunjukkan bahwa laju kenaikan harga mulai melambat. Namun penting dipahami bahwa inflasi turun tidak berarti harga barang menjadi lebih murah. Inflasi turun berarti harga masih naik, tetapi kenaikannya lebih lambat dibandingkan sebelumnya.


BACA JUGA ; Muslihudin. M.Ti : Dekan Institut Bhakti Nusantara ( IBN ) Lampung Dukung Langkah Bapperida Mukomuko Perkuat Riset Pembangunan Daerah


Mengapa Harga Masih Terasa Mahal?

Inilah yang sering menimbulkan perbedaan persepsi antara data statistik dan pengalaman masyarakat. Ada beberapa faktor yang membuat harga kebutuhan pokok tetap terasa tinggi meskipun inflasi disebut turun.


1. Distribusi Barang

Kabupaten Mukomuko masih bergantung pada pasokan barang dari luar daerah. Biaya transportasi menjadi komponen penting dalam pembentukan harga. Jika ongkos distribusi meningkat, harga barang di pasar lokal ikut terdorong naik.


2. Komoditas Pangan Sensitif

Beberapa komoditas sangat sensitif terhadap inflasi, seperti: cabai merah, bawang merah, beras premium, minyak goreng, LPG 3 kilogram. Komoditas ini sering mengalami fluktuasi harga dalam waktu singkat.


3. Struktur Ekonomi Daerah

Sebagian besar masyarakat Mukomuko menggantungkan penghasilan pada sektor perkebunan sawit. Ketika harga tandan buah segar sawit turun, daya beli masyarakat ikut melemah, Dalam kondisi ini, kenaikan harga pangan terasa lebih berat.


Peran Tim Pengendali Inflasi Daerah

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah daerah membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.


Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • operasi pasar atau pasar murah

  • pemantauan harga di pasar tradisional

  • koordinasi pasokan dengan daerah lain

  • intervensi harga menjelang hari besar keagamaan


Program seperti Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya menahan lonjakan harga kebutuhan pokok.


Namun kebijakan tersebut sering bersifat sementara dan biasanya dilakukan pada momen tertentu seperti Ramadhan atau akhir tahun.


Inflasi Statistik vs Realitas Pasar

Secara statistik, penurunan inflasi di Mukomuko memang dapat dikatakan benar jika merujuk pada data IHK.


Namun dalam praktiknya, stabilitas inflasi tidak selalu identik dengan turunnya harga barang di pasar. Inflasi lebih menggambarkan kecepatan kenaikan harga, bukan harga itu sendiri.


Karena itu, masyarakat masih dapat merasakan harga kebutuhan pokok yang relatif mahal meskipun angka inflasi disebut menurun.


BACA JUGA ; Angka Kemiskinan Turun, Tapi Desa Di Mukomuko Masih Bertahan Hidup


Tantangan Ekonomi Mukomuko

Beberapa tantangan struktural yang mempengaruhi stabilitas harga di daerah ini antara lain:

  • ketergantungan pasokan dari luar daerah

  • biaya transportasi yang tinggi

  • fluktuasi harga sawit

  • keterbatasan produksi pangan lokal


Tanpa penguatan sektor produksi pangan dan perbaikan sistem distribusi, stabilitas harga akan sulit tercapai secara berkelanjutan.


Antara Data dan Kenyataan


Pada akhirnya, inflasi memang dapat terlihat menurun dalam laporan statistik. Namun stabilitas ekonomi masyarakat tidak hanya diukur dari angka inflasi.


Yang lebih penting adalah apakah harga kebutuhan pokok benar-benar stabil dan terjangkau bagi masyarakat.


Bagi warga Mukomuko, ukuran inflasi yang paling nyata bukan sekadar angka dalam laporan statistik, melainkan harga beras, cabai, dan minyak goreng yang mereka beli setiap hari di pasar.


Sumber Data ;

- Badan Pusat Statistik. 2023. Konsep dan Metodologi Indeks Harga Konsumen. Jakarta.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. 2024. Berita Resmi Statistik Inflasi Mei 2024. Bengkulu.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. 2024. Berita Resmi Statistik Inflasi Desember 2024. Bengkulu.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. 2026. Berita Resmi Statistik Inflasi Januari 2026. Bengkulu.

 — 
| Reporter : Nur A's | Editor : Arief/Tri | Sumber Foto : Redaksi |

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)