![]() |
| "Wali santri saat mendengarkan arahan dari oengasuh ponpes An-Nur BMJ" |
Kedatangan para santri baru disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, KH. Muhyadi, bersama jajaran dewan asatidz dan pengurus pondok. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan dihadiri para wali santri yang mengantarkan anak-anak mereka memasuki kehidupan baru sebagai santri.
![]() |
| "KH Muhyadi Pengasuh Ponpes An-Nur BMJ" |
Dalam keterangannya kepada media, Marsruri atau yang akrab disapa Gus Ruri menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027, Ponpes An-Nur Bumi Mekar Jaya terpaksa membatasi jumlah penerimaan santri baru karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki.
"Alhamdulillah, antusias masyarakat untuk mondok di Ponpes An-Nur setiap tahun terus meningkat. Namun, pada tahun ajaran ini kami hanya dapat menerima 100 santri baru. Pembatasan ini bukan karena kami mengurangi semangat dalam melayani umat, tetapi karena keterbatasan fasilitas asrama dan ruang kelas yang saat ini tersedia. Dari jumlah tersebut terdiri dari satu kelas jenjang SMK dan dua kelas jenjang MTs. Kami ingin memastikan seluruh santri mendapatkan pelayanan pendidikan, pembinaan, dan tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan di pondok," ujar Gus Ruri.
Selain menyampaikan informasi mengenai penerimaan santri, Gus Ruri juga memberikan penjelasan kepada seluruh wali santri mengenai salah satu aturan khusus yang diterapkan di Pondok Pesantren An-Nur, yakni larangan menjenguk maupun menghubungi santri selama 40 hari pertama masa mondok.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang telah lama diterapkan di lingkungan pesantren.
"Kami memohon kerja sama seluruh wali santri agar selama 40 hari pertama tidak menjenguk ataupun menghubungi putra-putrinya. Aturan ini bukan untuk memisahkan hubungan antara orang tua dan anak, melainkan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Kami ingin para santri belajar mandiri, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, bersosialisasi dengan teman-temannya, serta membangun kedisiplinan tanpa selalu bergantung kepada orang tua. Insya Allah setelah melewati masa adaptasi, para santri akan lebih siap menjalani kehidupan di pesantren."
Gus Ruri juga menyampaikan permohonan maaf kepada para calon santri yang belum dapat diterima pada tahun ajaran ini akibat keterbatasan daya tampung pondok.
Ia berharap ke depan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur dapat terus meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana sehingga mampu menerima lebih banyak santri yang ingin menimba ilmu di pesantren tersebut.
"Kami memahami masih banyak orang tua yang ingin mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Ponpes An-Nur. Kepada yang belum berkesempatan bergabung tahun ini, kami mohon maaf. Mudah-mudahan pada penerimaan santri berikutnya yayasan dapat terus meningkatkan fasilitas asrama, ruang belajar, dan sarana penunjang lainnya sehingga semakin banyak santri yang dapat kami terima dan layani."
Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini, diharapkan seluruh santri baru dapat mengikuti proses pendidikan dengan penuh semangat, disiplin, serta mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan orang tua dan masyarakat juga diharapkan menjadi kekuatan bagi Ponpes An-Nur dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
_11zon.jpg)

