Pelaksanaan DTD Banser dan Diklat Garfa menjadi salah satu agenda penting PC GP Ansor Mukomuko dalam memperkuat kaderisasi organisasi serta mencetak kader muda Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki integritas, disiplin, semangat pengabdian, dan jiwa kepemimpinan.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mukomuko, Nur Kholis, S.Sos, mengatakan bahwa kaderisasi merupakan ruh organisasi. Karena itu, GP Ansor terus berkomitmen menghadirkan proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas sebagai bekal bagi kader dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
"DTD Banser dan Diklat Garfa bukan sekadar pelatihan fisik maupun seremonial. Kegiatan ini merupakan proses pembentukan karakter, mental, ideologi, dan kepemimpinan kader Ansor agar mampu menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara. Kami ingin melahirkan kader-kader yang mampu menjadi solusi di tengah masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat persatuan, dan mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Nur Kholis.
Menurutnya, peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari ke-NU-an, ke-Ansor-an, wawasan kebangsaan, bela negara, kepemimpinan, manajemen organisasi, kedisiplinan, hingga praktik lapangan yang menjadi bagian dari pembentukan karakter kader Banser dan Garfa.
Nur Kholis berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi mampu mencetak kader yang siap menjadi motor penggerak pembangunan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di Kabupaten Mukomuko.
"Kami berharap DTD Banser ke-3 dan Diklat Garfa ini menjadi momentum lahirnya kader-kader muda Nahdliyin yang militan, berakhlakul karimah, memiliki jiwa sosial yang tinggi, serta siap hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi. Kader Ansor harus mampu menjadi perekat persatuan, pelopor toleransi, serta mitra pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kemajuan daerah," tambahnya.
Melalui kesempatan tersebut, Ketua PC GP Ansor Mukomuko juga mengajak seluruh pemuda Nahdliyin di Kabupaten Mukomuko untuk bergabung dan mengikuti DTD Banser maupun Diklat Garfa sebagai bagian dari proses pengkaderan resmi GP Ansor.
"Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh pemuda Nahdliyin di Kabupaten Mukomuko yang ingin belajar, mengabdi, dan menjadi bagian dari keluarga besar GP Ansor. Jangan ragu mengikuti DTD Banser dan Diklat Garfa, karena di sinilah tempat menempa diri menjadi kader yang tangguh, disiplin, berwawasan kebangsaan, serta siap memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan daerah. Mari bersama-sama memperkuat kaderisasi untuk membangun Mukomuko yang lebih baik," ajaknya.
Panitia pelaksana saat ini terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari lokasi kegiatan, perlengkapan, narasumber, hingga koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan DTD Banser ke-3 dan Diklat Garfa berjalan lancar, aman, dan sukses.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat eksistensi GP Ansor di Kabupaten Mukomuko sekaligus menumbuhkan semangat kaderisasi di kalangan generasi muda Nahdlatul Ulama, sehingga organisasi memiliki kader-kader yang siap mengemban amanah dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
_11zon.jpg)

