Namun, Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan kabar tersebut tidak benar. Stok BBM di Bengkulu dipastikan dalam kondisi aman dan distribusi ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap berjalan normal.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan melalui Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi isu tersebut.
Menurut Rico, pasokan BBM ke Bengkulu terus disalurkan secara rutin dan pemerintah daerah juga aktif melakukan pemantauan di lapangan.
“Pemprov Bengkulu terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
BACA JUGA ; Inovatif! Efisiensi Efek : SMP N 21 Mukomuko Terapkan Voting Digital Dalam Pemilihan Ketua OSIS 2026
Hal senada juga disampaikan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Pertamina memastikan pasokan BBM di Bengkulu tidak terdampak isu konflik internasional.
Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar menjelaskan bahwa penyaluran BBM dari Terminal Pulau Baai pada Kamis (6/3) berjalan normal.
Pada hari tersebut, distribusi Pertalite tercatat sebanyak 688 kiloliter (KL), Pertamax 336 KL, dan Biosolar 219 KL.
Sementara untuk ketersediaan stok di terminal, Pertamax tercatat sebanyak 930 KL yang diperkirakan cukup untuk lebih dari empat hari. Kemudian Pertalite sebanyak 2.873 KL yang diproyeksikan bertahan hingga lima hari, serta Biosolar B40 sebanyak 4.557 KL yang diperkirakan mencukupi hingga 13 hari ke depan.
Selain itu, tambahan pasokan juga dijadwalkan segera tiba melalui kapal tanker guna memastikan stok tetap aman.
BACA JUGA ; Tak Ada THR, Perangkat Desa Mukomuko Hanya Berharap Honor 3 Bulan Cair Sebelum Lebaran
Pada Kamis malam sekitar pukul 19.30 WIB, kapal SPOB Dato Siri Loe dijadwalkan tiba membawa tambahan Pertalite sebanyak 3.500 KL. Selanjutnya pada 8 Maret, kapal SPOB Gaharu Oleum 18 juga dijadwalkan datang dengan muatan Pertalite sebanyak 2.400 KL dan Pertamax 1.600 KL.
Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, Pertamina memastikan distribusi BBM di Bengkulu akan tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Pemerintah Provinsi Bengkulu pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu kebenarannya serta tetap membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan.
_11zon.jpg)
