Rumah Warga Dibobol Saat Tarawih, Desa Bumi Mekar Jaya Siaga: Tiga Percobaan Pencurian dalam Sepekan

POLITIKADHARMA.COM
By -
0

Politikadharma.com - Pondok Suguh- Di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh kedamaian dan momentum bagi masyarakat untuk memperbanyak ibadah, suasana justru terusik dengan gegernya aksi pencurian yang terjadi di Desa Bumi Mekar Jaya, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko.

Aksi pencurian tersebut menimpa rumah milik seorang warga bernama Nur pada Senin malam (02/03/2026), saat korban sedang melaksanakan salat tarawih di masjid. Peristiwa itu baru diketahui setelah korban pulang dan mendapati kondisi rumah sudah dalam keadaan berantakan. Pintu belakang dilaporkan rusak dan diduga dirusak paksa oleh pelaku untuk masuk ke dalam rumah.


Kepala Desa Bumi Mekar Jaya, Joni, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pelaku diduga memanfaatkan situasi ketika rumah kosong ditinggal beribadah.


“Terjadi kemalingan. Bahkan topeng yang diduga milik pelaku tertinggal di lokasi. Barang yang hilang berupa handphone dan uang tunai sebesar Rp18 juta,” ujar Joni.


Menurutnya, kejadian ini bukan yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Sedikitnya sudah tiga kali terjadi percobaan pencurian di wilayah desa tersebut. Beruntung, upaya sebelumnya berhasil digagalkan warga yang sigap melakukan pengejaran, meski pelaku belum berhasil diamankan.


BACA JUGA ; Jemaah Umrah Asal Mukomuko Terpantau Aman di Arab Saudi, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan


“Sudah tiga kali percobaan. Sempat kita kejar bersama warga, tapi belum berhasil,” tambahnya.


Sementara itu, Kapolsek Pondok Suguh, Indra Horas M. Tampubolon, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima informasi awal dari masyarakat.


“Benar, kami sudah menerima informasi dari warga. Anggota sedang menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan langkah awal penyelidikan,” jelasnya.


BACA JUGA ; KH. Suparman (KH. Toha): Ulama Penggerak Pendidikan dari Desa Marga Mukti


Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk dari korban, namun pihak kepolisian tetap merespons dengan mendatangi tempat kejadian perkara.


Rangkaian kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat, terlebih di bulan Ramadan ketika banyak rumah kosong saat pemilik menjalankan ibadah tarawih. 


Pemerintah desa bersama aparat kepolisian mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan, serta mengaktifkan kembali ronda malam sebagai langkah antisipasi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 — 
| Reporter : Nur A's | Editor : Arief/Tri | Sumber Foto : Redaksi |

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)