Korban diketahui berinisial RRP (22), mahasiswa yang tercatat di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). Korban merupakan warga asal Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang penghuni kos bernama Muhammad Fikriansyah sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu saksi hendak menggunakan WC umum di rumah kos tersebut, namun mendapati pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam.
Mengira kamar mandi sedang digunakan, saksi kemudian kembali ke kamar kosnya untuk menunggu. Namun hingga sekitar pukul 08.00 WIB, pintu WC tersebut masih juga tidak terbuka.
Kejanggalan itu semakin terasa ketika penghuni kos lainnya yang hendak mandi mendapati pintu kamar mandi masih dalam kondisi tertutup rapat.
BACA JUGA ; Karang Taruna Lubuk Mukti Usulkan Lapangan Pancasila Dijadikan Ruang Terbuka Hijau dan Alun-Alun Desa
Merasa curiga, para penghuni kos kemudian bersama-sama mengetuk pintu kamar mandi tersebut, namun tidak ada respons dari dalam.
Selanjutnya saksi menghubungi pemilik kos, yakni Gustami dan Ida Rismiaty. Setelah keduanya tiba di lokasi, para saksi kembali mencoba memastikan kondisi di dalam kamar mandi.
Karena tidak ada jawaban dari dalam, pemilik kos meminta agar pintu kamar mandi didobrak. Setelah pintu berhasil dibuka, korban RRP ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak di dalam WC dengan mulut berbuih.
Kejadian tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak Kepolisian.
Mendapat laporan itu, piket fungsi Polresta Bengkulu bersama personel Polsek Gading Cempaka yang dipimpin Padal IPTU Jauhari langsung mendatangi lokasi kejadian.
BACA JUGA ; Tak Ada THR, Perangkat Desa Mukomuko Hanya Berharap Honor 3 Bulan Cair Sebelum Lebaran
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu guna dilakukan pemeriksaan visum et repertum (VeR).
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun luka pada tubuh korban.
Korban diduga meninggal dunia akibat sakit. Sementara itu pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penanganan pihak Kepolisian guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
_11zon.jpg)
