![]() |
| "Masyarakat Desa Marga Mukti Mengikuti kegiatan Pengajian pada acara Nyadran" |
Marga Mukti – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Lingkungan Swakarsa Desa Marga Mukti dan Penarik menggelar rangkaian kegiatan tradisi Nyadran yang berlangsung khidmat di TPU RT 3 Desa Marga Mukti selama dua hari, Sabtu–Minggu (14–15 Februari 2026).
Kegiatan diawali pada Sabtu, 14 Februari 2026 dengan agenda bersih makam. Sejak pagi, warga bergotong royong membersihkan area pemakaman, merapikan makam leluhur, serta menata lingkungan sekitar agar tampak bersih dan rapi. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan kepada para pendahulu sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Minggu, 15 Februari 2026 dengan Ziarah Kubur, Dzikir, Wirid, dan Tahlil bersama, dilanjutkan pengajian yang disampaikan oleh Ustad Sulis. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan Nyadran sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta memperbanyak amal ibadah menjelang bulan Ramadan.
BACA JUGA ; NYADRAN JEJAK SEPIRITUALITAS, HARMONI SOSIAL, DAN WARISAN BUDAYA JAWA YANG TAK LEKANG ZAMAN
Ketua panitia, Ust Habib Suyanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh kebersamaan.
“Tradisi Nyadran bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk penghormatan kepada leluhur dan sarana mempererat silaturahmi. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Marga Mukti, Ahmad Arifin, menegaskan pentingnya menjaga tradisi yang sarat nilai religius dan sosial.
“Kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan keimanan masyarakat. Pemerintah desa sangat mendukung kegiatan positif seperti ini agar terus dilestarikan oleh generasi mendatang,” ungkapnya.
Kegiatan Nyadran ini dihadiri masyarakat Lingkungan Desa Marga Mukti dan Penarik dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan.
Melalui tradisi Nyadran, masyarakat tidak hanya mengenang jasa leluhur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta meningkatkan spiritualitas dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
_11zon.jpg)

