Mulai Tak Sanggup : Wacana Pengunduran Diri Serentak Kades di Kecamatan Penarik Menguat, Dipicu Dugaan Tekanan Oknum Aparat

POLITIKADHARMA.COM
By -
0

 



Mukomuko — Wacana pengunduran diri serentak para kepala desa (kades) di Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mulai menguat dan menjadi perbincangan serius di kalangan pemerintah desa setempat.


Isu tersebut mencuat dalam kegiatan arisan Forum Kepala Desa se-Kecamatan Penarik yang digelar pada Senin (16/2/2026) di kediaman Noor Ali, Desa Suka Maju. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi informal para kades dalam menyikapi berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan pemerintahan desa.


Wacana pengunduran diri disebut muncul sebagai respons atas dugaan tekanan dari oknum aparat berseragam yang kerap meminta sejumlah uang kepada pemerintah desa.


Kepala Desa Bumi Mulya, Karsiman, mengungkapkan bahwa gagasan pengunduran diri bersama sebenarnya bukan isu baru. Menurutnya, pembahasan telah dilakukan sejak tahun 2025 dan hingga kini masih dalam tahap pematangan.


“Wacana pengunduran diri serentak sudah dibahas pada 2025 lalu, sekarang masih dalam proses pematangan,” ujar Karsiman.

 

Hal serupa disampaikan Kepala Desa Maju Makmur, Heris Triyanto. Ia menilai para kades berada dalam posisi dilematis ketika didatangi oknum aparat penegak hukum yang meminta sejumlah uang.


BACA JUGA ; Mengurai Narasi Kebocoran Dana Desa dan Politik Anggaran di Balik Koperasi


Menurut Heris, para kepala desa tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi permintaan tersebut menggunakan dana pribadi, sehingga dana desa kerap menjadi pilihan yang berisiko.


“Kami ini serba salah. Ketika oknum aparat minta uang harus dikasih. Kalau tidak dikasih nanti dicari-cari kesalahannya. Ketika dikasih dan keuangan diperiksa ada kekurangan, juga jadi masalah,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Penarik, Warsito Adi, menyatakan bahwa tidak semua desa dipastikan mengalami kondisi yang sama. Namun, ia mengakui mayoritas kepala desa menyampaikan keluhan serupa.


“Kawan-kawan kades memiliki keluhan yang hampir sama. Sepertinya mereka kompak akan mundur. Tapi wacana ini masih dimatangkan,” kata Warsito.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak aparat penegak hukum terkait dugaan permintaan uang tersebut. Para kepala desa di Kecamatan Penarik masih membahas secara internal langkah yang akan diambil ke depan.

Sumber: Radar Mukomuko — radarmukomuko.disway.id

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)