![]() |
| "Kantor Bupati Mukomuko" |
Kabupaten Mukomuko sebagai salah satu daerah otonom di Provinsi Bengkulu memiliki perjalanan kepemimpinan yang panjang sejak awal berdirinya. Namun, selama ini pemahaman masyarakat kerap menyederhanakan sejarah pemerintahan daerah tersebut hanya pada satu nama: Amandeka Amir sebagai Bupati karateker pertama.
Padahal, jika menelusuri catatan pemerintahan secara utuh, kepemimpinan Kabupaten Mukomuko tidak hanya diisi oleh satu pejabat karateker sebelum hadirnya kepala daerah definitif. Ada sejumlah figur penting yang turut menjaga roda pemerintahan pada masa transisi hingga pembangunan daerah mulai menemukan arah yang jelas.
![]() |
| "Amandeka Amir Carateker Bupati Mukomuko" |
Masa Awal: Era Karateker dan Fondasi Pemerintahan
Setelah Kabupaten Mukomuko resmi berdiri, pemerintahan daerah belum langsung dipimpin oleh kepala daerah hasil pemilihan definitif. Pemerintah pusat menunjuk pejabat sementara atau karateker untuk memastikan administrasi pemerintahan berjalan stabil.
Tokoh pertama yang memimpin adalah Amandeka Amir, yang menjabat sebagai Bupati Karateker sejak 25 Mei 2003 hingga 16 Maret 2006. Pada masa ini, fokus utama pemerintahan adalah membangun struktur birokrasi, penataan organisasi perangkat daerah, serta memastikan pelayanan publik dasar mulai berjalan.
Kepemimpinan sementara kemudian dilanjutkan oleh Gafri Zainudin pada periode 17 Maret hingga 13 Agustus 2006. Meski singkat, masa jabatan ini menjadi jembatan penting menuju pelantikan kepala daerah definitif pertama Kabupaten Mukomuko.
Sayangnya, nama ini kerap luput dari ingatan publik, sehingga sejarah awal kepemimpinan daerah seolah hanya berhenti pada satu figur karateker saja.
![]() |
| " H. Ichwan Yunus Bupati Definitif Pertama Mukomuko" |
Era Definitif: Lahirnya Arah Pembangunan Daerah
Babak baru dimulai ketika pasangan Ichwan Yunus dan Supardji dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati definitif periode 13 Agustus 2006 – 12 Agustus 2010. Masa ini menjadi titik awal stabilitas politik sekaligus perencanaan pembangunan jangka panjang daerah.
Nama . Ichwan Yunus bahkan kerap disebut masyarakat sebagai “Bapak Pembangunan Kabupaten Mukomuko.” Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Pada masa kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur dilakukan secara masif dan terarah.
BACA JUGA ; Sejarah Singkat Kabupaten Mukomuko
Berbagai pembangunan strategis mulai digerakkan, mulai dari penataan tata kota, pembangunan jalan dan fasilitas publik, hingga pembangunan kawasan perkantoran pemerintah daerah yang menjadi pusat administrasi modern Mukomuko saat ini. Fondasi fisik pemerintahan daerah yang kini dinikmati masyarakat banyak dibangun pada periode ini.
Kepemimpinan pembangunan ini berlanjut pada periode kedua ketika M. Ichwan Yunus kembali memimpin bersama Choirul Huda sebagai wakil bupati untuk masa jabatan 2010–2015. Periode dua kepemimpinan ini memperkuat citra Mukomuko sebagai daerah yang sedang tumbuh dengan pembangunan infrastruktur sebagai motor utama kemajuan.
Transisi Kepemimpinan Lokal: Ujian Kepemimpinan dan Arah Baru Pembangunan
Tahun 2016 menjadi tonggak baru ketika Choirul Huda naik sebagai Bupati definitif berpasangan dengan Haidir, memimpin Kabupaten Mukomuko periode 17 Februari 2016 hingga 17 Februari 2021.
Berlatar belakang militer, gaya kepemimpinan Choirul Huda dikenal tegas dan disiplin. Namun di balik karakter tersebut, ia juga dikenal memiliki jiwa sosial yang kuat serta pendekatan yang merakyat. Kedekatannya dengan masyarakat membuat kepemimpinannya dinilai mampu menjembatani birokrasi dengan kebutuhan warga secara langsung.
Masa kepemimpinannya menjadi salah satu periode paling menantang dalam sejarah daerah, karena harus menghadapi pandemi Covid-19 yang mengguncang hampir seluruh sektor kehidupan. Di tengah tekanan ekonomi, kesehatan, dan sosial, pemerintahan daerah diuji untuk tetap menjaga stabilitas.
Melalui pendekatan kepemimpinan yang adaptif dan koordinasi lintas sektor, Choirul Huda dinilai mampu menjaga Kabupaten Mukomuko tetap stabil hingga masa pemulihan pascapandemi. Stabilitas sosial dan pemerintahan yang terjaga menjadi salah satu capaian penting pada era tersebut.
BACA JUGA ; SEJARAH ADAT DAN BUDAYA KABUPATEN MUKOMUKO
Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh pasangan Sapuan dan Wasri pada periode 26 Februari 2021 hingga 24 September 2024.
Berbeda dengan pendahulunya, Sapuan memiliki latar belakang sebagai seorang pembisnis. Karakter kepemimpinannya membawa pendekatan manajerial dan orientasi programatik dalam pemerintahan daerah. Fokus utama pada masa ini adalah mengoptimalkan program pembangunan serta menarik berbagai program strategis pemerintah pusat agar dapat diimplementasikan di Kabupaten Mukomuko.
Pendekatan tersebut diarahkan pada percepatan pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sebagai sumber penguatan pembangunan lokal.
![]() |
| " M Rizon ( Pj Bupati Mukomuko) " |
Masa Penjabat dan Kembalinya Kepemimpinan Definitif
Setelah berakhirnya masa jabatan tersebut, pemerintahan daerah dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati, yaitu M. Rizon, sejak 24 September 2024 hingga 20 Februari 2025. Masa penjabat berfungsi menjaga kesinambungan administrasi pemerintahan menjelang pelantikan kepala daerah baru.
Selanjutnya, kepemimpinan definitif kembali dipegang pasangan Choirul Huda bersama Rahmadi, yang mulai menjabat sejak 20 Februari 2025 hingga sekarang.
Meluruskan Sejarah yang Kerap Terlupakan
Perjalanan kepemimpinan Kabupaten Mukomuko menunjukkan bahwa sejarah daerah tidak dibangun oleh satu tokoh saja. Dari masa karateker, kepala daerah definitif, hingga penjabat bupati, semuanya merupakan bagian dari estafet kepemimpinan.
BACA JUGA ; CERITA RAKYAT MUKOMUKO "Kerajaan Gaib di Danau Nibung"
Selama ini, publik lebih mengenal Amandeka Amir sebagai karateker pertama, tetapi sejarah juga mencatat peran Gafri Zainudin dalam masa transisi penting. Begitu pula era M. Ichwan Yunus yang dikenang sebagai masa pembangunan besar-besaran yang membentuk wajah Mukomuko modern.
Memahami sejarah secara utuh berarti memberi tempat bagi setiap pemimpin sesuai perannya. Karena pada akhirnya, Kabupaten Mukomuko hari ini adalah hasil kerja panjang banyak tangan dan banyak masa kepemimpinan yang saling melanjutkan arah pembangunan daerah.
_11zon.jpg)
.jpeg)




.jpeg)