NUNUKAN — Sebuah pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang melayani kebutuhan masyarakat pedalaman Krayan dilaporkan jatuh di wilayah Pegunungan Pa’ Ramayo, dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2/2026).
Kepastian mengenai insiden tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan. Ia membenarkan bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan pesawat pengangkut BBM dari Tarakan menuju Krayan.
“Benar yang jatuh adalah pesawat pengangkut BBM untuk Krayan,” ujar Sunarwan saat dihubungi.
Pesawat yang mengalami kecelakaan diketahui merupakan Pesawat Pelita Air tipe AT dengan registrasi PK-PAA, yang membawa sekitar 4.000 liter BBM jenis Pertalite. Bahan bakar tersebut rencananya didistribusikan ke SPBU wilayah 3T Krayan yang dikelola PT Cahaya Kaltara Abadi.
Namun hingga kini, pihak kepolisian belum dapat menjelaskan secara rinci kronologi jatuhnya pesawat. Sunarwan mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari wilayah Krayan.
“Kami masih menunggu laporan dari Krayan. Nanti akan kami sampaikan jika informasi sudah lengkap,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat tersebut jatuh di kawasan Gunung Pa’ Ramayo, Desa Pa’ Bettung, Kecamatan Krayan Timur, sekitar pukul 12.33 WITA.
Sejumlah warga Desa Pa’ Bettung mengaku melihat pesawat diselimuti asap hitam pekat sebelum tiba-tiba menukik dan menghantam tanah. Warga juga menyebut sempat terlihat sosok pilot terlontar keluar sesaat sebelum terdengar suara dentuman keras.
BACA JUGA : Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel 11 Februari 2026: Kronologi dan Faktanya
Usai kejadian, masyarakat setempat beramai-ramai menuju lokasi untuk melakukan pertolongan serta membantu proses evakuasi.
Dari keterangan di lapangan, kondisi cuaca di wilayah Krayan saat kejadian dilaporkan sedang hujan disertai kabut tebal yang diduga mempengaruhi jarak pandang penerbangan.
Hingga saat ini, proses pengumpulan informasi dan penanganan di lokasi masih berlangsung.
_11zon.jpg)
